koko says....

Sabtu, 18 Desember 2010

contoh tugas akhir akuntansi biaya

ANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN
PROFITABILITAS BERDASARKAN JENIS PRODUK
PADA PT. TIRTA EKA PERKASA SEMARANG
TUGAS AKHIR
Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Akuntansi
Pada Universitas Negeri Semarang
Oleh
Herawati
NIM 3351302554
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN EKONOMI
2005
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Tugas Akhir ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke
sidang panitia ujian Tugas Akhir pada :
Hari :
Tanggal :
Pembimbing I
Dra. Sri Kustini
NIP. 130795082
Mengetahui
Ketua Jurusan Ekonomi
Drs. Kusmuriyanto, M.Si
NIP. 131404309
PENGESAHAN KELULUSAN
Tugas Akhir ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Tugas Akhir
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada:
Hari : Senin
Tanggal : 22 Agustus 2005
Penguji Tugas Akhir
Ketua Anggota I
Dra. Sri Kustini Dra. Murwatiningsih, MM.
NIP. 130795082 NIP. 130812919
Mengetahui:
Dekan,
Drs. Sunardi
NIP. 130367998
SARI
Herawati. 2005..Analisis Biaya Pemasaran dan Profitabilitas Berdasarkan Jenis
Produk pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang. Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu
Sosial Universitas Negeri Semarang. 75 h.
Kata kunci : Biaya Pemasaran, Profitabilitas
Biaya pemasaran yang di keluarkan mempengaruhi besarnya profitabilitas yang di
dapat oleh perusahaan. Biaya pemasaran yang dapat dikelola dengan baik akan
memberikan profitabilitas yang tinggi bagi perusahaan. Kenyataannnya pada PT.
Tirta Eka Perkasa Semarang ini profitabilitas yang didapat oleh perusahaan belum
maksimal, hal ini dapat dilihat bahwa produk dalam kemasan cup belum
memberikan keuntungan bagi perusahaan, sehingga laba perusahaan relatif kecil.
Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah Seberapa besar biaya
pemasaran yang dikeluarkan pada tahun 2002 sampai 2004 serta bagaimana
pengalokasian biaya pemasaran tersebut ke dalam tiap jenis produk dan Seberapa
besar profitabilitas yang yang didapat dari tiap jenis produk. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui biaya pemasaran yang dikeluarkan perusahaan dari
tahun 2002 sampai 2004, serta mengalokasikan biaya pemasaran tersebut ke
dalam tiap jenis produk dan untuk mengetahui seberapa besar profitabilitas setiap
jenis produk.
Objek kajian penelitian ini adalah biaya pemasaran dan profitabilitas tahun
2002 – 2004, dimana PT. Tirta Eka Perkasa sebagai objek penelitian. Ada 2 (dua)
variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu biaya pemasaran tahun 2002-
2004, dan profitabilitas berdasarkan jenis produk dalam kemasan tahun 2002-
2004. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi,
wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan tekhnik
diskrpitif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pemasaran pada PT. Tirta Eka
Perkasa Semarang dari tahun 2002 ke 2003 mengalami kenaikan. Kenaikan biaya
pemasaran dari tahun 2002 ke 2003 sebesar 27%, dengan kenaikan biaya ini
perusahaan mengalami penurunan laba sebesar 57%. Tahun 2003 ke 2004 biaya
pemasaran mengalami penurunan sebesar 23% dan mengakibatkan kenaikan laba
sebesar 1,6%.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa biaya
pemasaran pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang tahun 2003 belum dikelola
dengan baik. Hal ini dapat dilihat bahwa dengan kenaikan biaya sebesar 27%
menyebabkan penurunan laba sebesar 57%. Profitabilitas berdasarkan jenis
produk dalam kemasan menunnjukkan bahwa setiap tahun produk dalam kemasan
cup selalu mengalami kerugian, sedangkan produk dalam kemasan galon selalu
menghasilkan laba bagi perusahaan. Dengan keadaan seperti ini maka laba
keseluruhan perusahaan semakin kecil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat bagi perusahaan. Perusahaan diharapkan dapat mencermati biaya
pemasaran yang telah dikeluarkan untuk memaksimalkan laba yang didapat
berdasarkan jenis produk dalam kemasan dari tahun ke tahun serta berusaha
mencarikan solusi yang terbaik kepada produk agar lebih baik dari segi kualitas
maupun desain dengan cara mengadakan penelitian kualitas produk maupun riset
pangsa pasar.
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam tugas akhir ini benar – benar hasil
karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau
seluruhnya. Pendapat atau temuan lain yang terdapat dalam tugas akhir ini dikutip
atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Herawati
NIM. 3351302554
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
1. Jiwa yang kuat, menderita tanpa mengeluh, jiwa yang
lemah mengeluh tanpa menderita
2. Dengan ilmu kehidupan menjadi mudah, dengan seni
kehidupan menjadi halus, dengan agama kehidupan
menjadi terarah dan bermakna (H. A. Mukti Ali).
3. Apapaun saya bisa jika saya mau.
Dengan jiwa yang meredup
syahdu
Ditimpa puluhan rindu
Yang lembut berlagu
Pada mata yang berkaca selalu
Ayah Bunda
Bingkaian kalbu
Beserta dosen-dosenku
penyantun ilmu
Dan juga sahabatku
Pelega sepi usirkan sendu
Inilah persembahanku
Teramat biasa bagi serupa ayu
Yaitu wajah kasih sayangmu
PRAKATA
Alhamdulillah selalu menggembuncah di hati kepada-Mu Ar-robb, atas
tiap tetesan yang tercurah tanpa mampu terbalas. Tertuturlah sholawat berikut
salam kepadamu Muhammad saw, insan kerinduan, karena benderang telah kau
bawa pada pekat warna semesta.
Hanya rasa syukur yang memenuhi kalbu ketika penulis dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini. Penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai salah
satu syarat akademis dalam menyelesaikan Program Diploma III Jurusan Ekonomi
Akuntansi Universitas Negeri Semarang.
Kesulitan dari berbagai rintangan yang menimbulkan rasa susah, putus asa
dan kekecewaan dalam penggarapan Tugas Akhir ini begitu mudah terhapus
ketika penulis menyadari begitu banyaknya pengalaman dan hikmah yaang
didapat dari awal hingga akhir penulisan Tugas Akhir ini.
Tiada kata yang lebih melegakan selain terima kasih sepanjang hembusan
waktu kepada segenap orang – orang yang turut serta membantu dalam
mewujudkan tugas akhir ini :
1. Ayah, bunda tercinta , yang selalu menguatkanku dengan segala doa restumu.
2. Drs. Kusmuriyanto, M.si, ketua Jurusan Ekonomi
3. Drs. Sukirman, M.si, Ketua Program Studi Akuntansi.
Ibu Dra. Sri Kustini, Selaku dosen pembimbing.
Ibu Dra. Murwatiningsih, MM, Penguji Tugas Akhir.
Mbak Ade, atas segala kerelaannya meluangkan sebagian waktu untuk
menyediakan data – data yang di perlukan penulis.
Mbak Tutik, atas informasi yang telah di berikan kepada penulis.
Seluruh staf PT. Tirta Eka Perkasa Semarang.
Sahabat – sahabatku dan rekan –rekan yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu, yang telah banyak membantu selama proses penggarapan tugas akhir
ini.
Tidak ada sesuatu yang bisa penulis berikan atas jasa-jasa beliau, selain
doa dari penulis semoga Allah memberikan ridho dan balasan atas jasa-jasa serta
pengorbanan beliau.
Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi almamater dan semua pihak yang
Memerlukan.
Semarang, ………….2005
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................................................... ii
PENGESAHAN KELULUSAN............................................................................. i
SARI........................................................................................................................
PERYATAAN ........................................................................................................ i
MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................................................................... i
PRAKATA..............................................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ..................................................................................................
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah......................................................................1
1.2. Rumusan Masalah ...............................................................................5
1.3. Penegasan Istilah .................................................................................5
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...........................................................7
1.5.Sistematika Penulisan Tugas Akhir......................................................9
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Biaya ..................................................................................................
2.1.1. Pengertian Biaya .....................................................................
2.2. Pemasaran ...........................................................................................
2.2.1. Pengertian Pemasaran ............................................................
2.2.2.Kegiatan Pemasaran................................................................
2.3. Biaya Pemasaran .................................................................................
2.3.1. Pengertian Biaya Pemasaran ..................................................
2.3.2. Penggolongan Biaya Pemasaran ...........................................
2.3.3. Karakteristik Biaya Pemasaran ............................................
2.3.4. Analisis Biaya Pemasaran ....................................................
2.4. Profitabilitas ........................................................................................
2.4.1. Pengertian Profitabilitas .......................................................
2.4.2. Analisis Profitabilitas ...........................................................
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Obyek Kajian .....................................................................................
3.2. Variabel Penelitian ..............................................................................
3.3. Metode Pengumpulan Data................................................................
3.4. Metode Analisis Data..........................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian ...................................................................................
4.2. Analisis Data ......................................................................................
4.3. Pembahasan.........................................................................................
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan .........................................................................................
5.2. Saran....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel
1. Profitabilitas berdasarkan jenis produk..............................................................4
2. Dasar alokasi fungsi pemasaran.........................................................................
3. Dasar alokasi biaya pemasaran ..........................................................................
4. Perhitungan tarif biaya pemasaran.....................................................................
5. Data biaya pemasaran 2002-2004......................................................................
6. Data biaya menurut fungsi pemasaran...............................................................
7. Data dasar alokasi……………..........................................................................
8. Dasar alokasi biaya pemasaran ..........................................................................
9. Tarif alokasi biaya pemasaran ...........................................................................
10.Analisis profitabilitas…….. ..............................................................................
11. Analisis profitabilitas tahun 2002-2002……………………………………….
DAFTAR GAMBAR
Gambar
1. Struktur Organisasi PT. Tirta Eka Perkasa Semarang .......................................
2. Proses Produksi PT. Tirta Eka Perkasa Semarang.............................................
3. Grafik Analisis Biaya Pemasaran dan Profitabilitas
Berdasarkan Jenis Produk ..................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN
1. Data biaya pemasaran dan dasar alokasi biaya ..................................................
2. Analisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan
jenis produk tahun 2002....................................................................................
3. Analisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan
jenis produk tahun 2003.....................................................................................
4. Analisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan
jenis produk tahun 2004.....................................................................................
5. Surat keterangan penelitian................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Pada hakekatnya suatu perusahaan yang didirikan mempunyai harapan
dan tujuan bahwa di kemudian hari akan mengalami perkembangan yang
pesat di dalam lingkungan usaha dari perusahaan tersebut dan menginginkan
adanya profitabilitas yang tinggi. Harapan tersebut dapat tercapai apabila
manajemen perusahaan selalu berusaha agar nilai keluaran lebih tinggi dari
nilai masukan yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran tersebut, atau
dengan kata lain biaya yang dikorbankan lebih rendah dengan hasil yang lebih
tinggi. Dengan demikian perusahaan dapat menghasilkan laba sesuai yang
diinginkan. Dengan laba usaha tersebut, perusahaan akan memiliki
kemampuan untuk berkembang dan tetap mampu mempertahankan
eksistensinya sebagai suatu sistem dimasa yang akan datang.
Dalam perusahaan yang mengolah suatu produk untuk dijual kembali,
biaya-biaya yang timbul meliputi biaya produksi, biaya administrasi dan biaya
pemasaran produk.
�� Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan
menjadi produk jadi yang siap untuk dijual; biaya ini meliputi biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.
�� Biaya Administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk
mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk; biaya ini
meliputi gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, biaya fotokopi dan
lain sebagainya.
�� Biaya pemasaran produk merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk; meliputi biaya iklan, biaya
promosi, biaya angkut penjualan, gaji bagian pemasaran dan lain
sebagainya (Mulyadi, 1991: 14-15).
Dalam perusahaan yang mengolah bahan menjadi produk jadi,
perhatian manajemen semula dipusatkan pada bidang produksi, sehingga
sebagian besar kegiatan akuntansi biaya ditujukan untuk menyediakan
informasi biaya produksi bagi kepentingan manajemen. Dengan semakin
meningkatnya persaingan memperebutkan pasar, perhatian manajemen
bergeser ke pemasaran produknya, karena kegiatan produksi saja tidak akan
menjamin dihasilkannya laba, jika pemasaran produk tidak mampu merebut
pasar. Oleh karena itu, manajemen perusahaan dituntut untuk memperluas
perhatiannya dibidang pemasaran produknya.
Pemasaran mempertemukan produk perusahaan dengan pasar guna
memuaskan kebutuhan pelanggan dan menghasilkan laba yang layak bagi
perusahaan. Para manajer perusahaan harus mengambil keputusan mengenai
jenis, rancangan, warna, ukuran, pengepakan produk, harga jual, iklan, dan
distribusi yang akan dilaksanakan. Keputusan yang beraneka ragam ini perlu
diorganisasi, direncanakan dan dikendalikan (Matz, 1993: 410-411).
Biaya pemasaran adalah semua biaya yang terjadi sejak produk selesai
diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah
kembali dalam bentuk uang tunai (Mulyadi, 1991 : 529).
Adanya biaya-biaya ini akan menambah biaya yang telah dikeluarkan
dalam memproduksi produk. Agar biaya pemasaran ini dapat efektif maka
para manajer harus berusaha mengendalikan dan memperhitungkan dengan
cermat.
Pengendalian dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan
yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasian beban
pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah, pelanggan, dan
produk. Pengaruh penjualan dari setiap produk sangat dipertimbangkan dalam
perencanaan dan pengendalian usaha penjualan. Volume penjualan yang tinggi
dan laba perusahaan secara keseluruhan tidak selalu berarti bahwa semuanya
beres. Produk yang menguntungkan dan tidak menguntungkan harus
diidentifikasi sehingga dapat diputuskan produk yang akan dipertahankan
dalam pasaran.
Disatu sisi banyak perusahaan yang sedang mengembangkan
produknya kepasaran kurang memperhatikan analisis biaya pemasaran. Hal ini
menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan kurang efektif, karena biayabiaya
yang tidak dikendalikan.
Pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang, produk yang dihasilkan yaitu
air minum kemasan banyak bersaing dengan produk-produk lain sejenis. Hal
ini memerlukan kerja keras dari manajer perusahaan untuk mengembangkan
produknya agar mendapatkan tempat dipasaran.
Pada kenyataannya penjualan produk yang dilakukan PT. Tirta Eka
Perkasa ini kurang mendapatkan tempat dipasaran. Hal ini dapat terlihat
dengan kurang minatnya konsumen untuk membeli produknya. Salah satu
faktor yang mempengaruhi rendahnya penjualan adalah sistem kegiatan
pemasaran yang tidak begitu diperhatikan oleh perusahaan.
Usaha pemasaran yang baik sangat berpengaruh terhadap volume
penjualan produk. Promosi, saluran distribusi serta kegiatan pemasaran
lainnya harus dilaksanakan dengan baik. Biaya yang timbul sebagai akibat dari
pemasaran produk ini harus dikontrol agar tidak terlalu rendah juga tidak
terlalu tinggi. Dengan demikian perusahaan dapat memperoleh laba yang
diharapkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis ingin
menganalisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan jenis produk PT.
Tirta Eka Perkasa Semarang. Dengan ini penulis mengambil judul
“ANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN PROFITABILITAS
BERDASARKAN JENIS PRODUK PADA PT. TIRTA EKA PERKASA
SEMARANG”.
B. PERUMUSAN MASALAH
Tugas Akhir ini membahas tentang analisis biaya pemasaran dan
profitabilitas berdasarkan jenis produk, adapun pokok – pokok permasalahan
yang penulis teliti adalah :
1. Seberapa besar biaya pemasaran yang dikeluarkan pada tahun 2002 sampai
2004 serta bagaimana pengalokasian biaya pemasaran tersebut ke dalam
tiap jenis produk ?
2. Seberapa besar profitabilitas yang yang didapat dari tiap jenis produk ?
C. PENEGASAN ISTILAH
Untuk memperjelas pengertian dari judul penelitian, maka diperlukan
beberapa penegasan istilah sebagai berikut:
1. Analisis
Analisis adalah penguraian salah satu pokok atas berbagai
bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antara bagian
untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2003 : 43 ).
2. Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran adalah semua biaya yang sejak saat produk
selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk
tersebut berubah kembali dalam bentuk uang tunai (Mulyadi, 1991: 529).
Biaya pemasaran dalam penelitian ini adalah semua biaya yang
telah dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka menjual produknya
sampai ke tangan konsumen.
3. Profitabilitas
Profitabilitas adalah kelebihan (defisit) penghasilan diatas biaya
selama satu periode akuntansi (Harahap, 2001: 226).
Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laba yang diperoleh dari
penjualan setiap jenis produk.
4. Jenis Produk
Jenis produk adalah setiap jenis produk yang dijual oleh
perusahaan. Jenis produk dalam penelitian ini adalah jenis produk
berdasarkan kemasannya.
5. PT. Tirta Eka Perkasa Semarang
Merupakan sebuah pabrik air minum yang berada di Ds. Ampel
Gading, Kel. Kalisegoro, Kec. Gunungpati, Semarang, serta berkantor
pusat di Jl. Taman Sudirman No. 02 Semarang. Merupakan tempat atau
objek yang diambil peneliti untuk mengadakan penelitian.
D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN.
Di dalam pembuatan Tugas akhir ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui biaya pemasaran yang dikeluarkan perusahaan dari
tahun 2002 sampai 2004, serta mengalokasikan biaya pemasran tersebut
ke dalam tiap jenis produk.
2. Untuk mengetahui profitabilitas dari tiap jenis produk.
Manfaat dari penulisan tugas askhir ini adalah :
1. Bagi perusahaan
a. Sebagai sumbangan pemikiran bagi PT. Tirta Eka Perkasa Semarang
untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
mengelola biaya pemasaran secara efektif.
b. Berguna bagi manajer pemasaran untuk memilih produk yang lebih
menguntungkan bagi perusahaan.
2. Bagi Akademik
Menambah informasi dan referensi tentang analisis biaya pemasaran dan
profitabilitas berdasarkan jenis produk bagi perpustakaan jurusan
Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial universitas Negeri Semarang.
3. Bagi Penulis
a. Sebagai sarana untuk mentransformasikan teori-teori yang didapat
dibangku kuliah khususnya Akuntansi Biaya dan Akuntansi
Manajemen.
b. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan
dan wawasan bagi penulis khususnya.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan Tugas Akhir merupakan garis besar penyusunan
yang bertujuan memudahkan pemikiran dalam memahami secara keseluruhan
isi dari Tugas Akhir. Adapun sistematika dalam penulisan Tugas Akhir ini
adalah sebagai berikut:
A. Bagian pengantar Tugas Akhir berisi: judul Tugas Akhir, pengesahan,
motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan daftar lampiran.
B. Bagian utama Tugas Akhir terdiri:
BAB I : Pendahuluan, berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB II : Landasan teori, bagian ini memaparkan teori yang terkait
dengan analisis biaya pemasaran.
BAB III: Metode penelitian, berisi objek kajian variabel penelitian,
metode pengumpulan data, dan metode penganalisaan data.
BAB IV : Hasil analisa dan pembahasan
BAB V : Penutup, berisi simpulan dan saran
C. Bagian pelengkap dari Tugas Akhir berisi daftar pustaka dan lampiranlampiran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. BIAYA
1. Pengertian Biaya
Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam
satuan uang. Yang telah terjadi atau yang kemungkinan terjadi untuk
tujuan tertentu ( Mulyadi, 1991 : 8 – 9 ).
Biaya dapat diartikan sebagai kas / nilai ekuivalen kas yang
dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan
memberi manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang bagi organisasi
(Hansen, Mowen, 2004 : 40).
Biaya adalah sumber ekonomi yang dikorbankan untuk mencapai
sasaran tertentu ( Horngren, 1994 : 28 ).
Dari pengertian biaya diatas dapat disimpulkan bahwa biaya
adalah sesuatu yang dikeluarkan untuk membiayai suatu kegiatan tertentu
dimana dengan biaya tersebut akan diperoleh manfaat.
B. PEMASARAN
1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran / marketing dapat di definisikan semua kegiatan yang
bersangkutan denganberpindahnya barang dari produsen pertama ke
knsumen ( Sriyadi, 1991 : 155 ).
Pemasaran juga dapat diartikan sebagai sistem keseluruhan dari
kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan menditribusikan barang dan jasa yang dapat
memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial ( Basu Swasta, 1996 : 10 ).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran
adalah suatu sistem yang saling berhubungan yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, dan mempromosikan barang dan jasa
kepada konsumen.
2. Kegiatan Pemasaran
Kegiatan pemasaran dimulai tidak hanya pada saat produksi
selesai, tetapi dimulai sejak sebelum barang di produksi dan tidak berakhir
dengan penjualan. Kegiatan dalam pemasaran ini di tujukan untuk
memberikan kepuasan baik kepada penjual maupun pembeli. Adapun
kegiatan pemasaran ini dapat dibagi menjadi dua :
a. Kegiatan pemasaran sebelum produk di produksi
• Perencanaan produk
Merencanakan produk yang akan di produksi meliputi
pembentukan jenis produk, desain produk dan lain sebagainya.
• Penetapan harga
Menentukan harga yang mencerminkan nilai kuantitatif dari
produk tersebut kepada pelanggan.
• Sistem Distribusi
Menetapkan saluran perdagangan grosir dan eceran yang di lalui
produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan
menggunakannya.
• Komunikasi pemasaran ( Promosi )
Meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct
marketing dan public relations ( Tjiptono, 1997 : 7 ).
b. Kegiatan Pemasaran setelah produk selesai di produksi
• Kegiatan penjualan
• Pengepakan dan pengiriman
• Penagihan kredit
• Pencatatan transaksi penjualan ( Mulyadi, 1991 : 530 ).
C. BIAYA PEMASARAN
1. Pengertian Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran adalah semua biaya yang sejak saat produk
selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk
tersebut berubah kembali dalam bentuk uang tunai (Mulyadi, 1991 : 529).
Menurut Kusnadi, dkk dalam bukunya Akuntansi Manajemen
Komprehensif, Tradisional dan Kontemporer, biaya pemasaran adalah
biaya yang dibebankan (segala pengeluaran) didalam penjualan suatu
barang atau jasa dari keluarnya barang sampai ke tangan pembeli.
Biaya pemasaran juga dapat diartikan semua biaya yang telah
terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang dagangan, dimana
biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang dagangan siap dijual
sampai dengan di terimanya hasil penjualan menjadi kas (Supriyono,
1992: 201-202).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran
adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau barang
dagangan sampai ke tangan konsumen.
2. Penggolongan Biaya Pemasaran
Secara garis besar biaya pemasaran dapat dibagi menjadi dua
golongan:
a. Biaya untuk mendapatkan pesanan (order – getting cost), yaitu biaya
yang dikeluarkan dalam usaha untuk memperoleh pesanan. Contoh
biaya yang termasuk dalam golongan ini adalah biaya gaji wiraniaga
(sales person), komisi penjulan, advertensi dan promosi.
b. Biaya untuk memenuhi pesanan (order – filling costs), yaitu semua
biaya yang dikeluarkan untuk mengusahakan agar supaya produk
sampai ke tangan pembeli dan biaya-biaya untuk mengumpulkan
piutang dari pembeli. Contoh biaya yang termasuk dalam golongan ini
adalah biaya pergudangan, biaya pembungkusan dan pengiriman, biaya
angkutan, dan biaya penagihan ( Mulyadi, 1991: 530 ).
Sedangkan menurut jenis biaya, biaya pemasaran digolongkan ke
dalam:
a. Hubungannya dengan kegiatan pemasaran, digolongkan menjadi:
1. Biaya pemasaran langsung
→ Adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat
diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.
Misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba
tertentu didalam usaha pemasaran.
2. Biaya pemasaran tidak langsung
→ Adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tidak
dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.
Misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba
tertentu didalam usaha pemasaran.
b. Hubungannya dengan variabilitas biaya terhadap volume atau
kegiatan, dalam penggolongan ini biaya dikelompokkan:
1. Biaya pemasaran tetap
→ Biaya pemasaran yang jumlah totalnya tidak berubah (konstan)
dengan adanya perubahan kegiatan atau volume pemasaran
sampai dengan tingkatan kapasitas tertentu. Elemen biaya tetap
misalnya: gaji manajer dan staf, biaya penyusutan, dan
sebagainya.
2. Biaya pemasaran variabel
→ Biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara
proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume
pemasaran. Semakin besar volume atau kegiatan pemasaran
semakin bersar jumlah biaya pemasaran variabel, demikian
pula sebaliknya apabila volumenya rendah.
c. Penggolongan biaya pemasaran dihubungkan dengan dapat
terkendalikan atau tidaknya suatu biaya. Dalam hal ini biaya
dikelompokkan:
1. Biaya pemasaran terkendalikan
→ Biaya pemasaran yang secara langsung dapat dikendalikan atau
dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka
waktu tertentu, berdasar wewenang yang dia miliki.
2. Biaya pemasaran tidak terkendalikan
→ Biaya pemasaran yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang
pimpinan tertentu berdasar wewenang yang dia miliki, atau
tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan dalam jangka
waktu tertentu (Supriyono, 1993: 205-207).
Menurut Mulyadi dalam bukunya Akuntansi Biaya (1999: 530),
biaya pemasaran menurut fungsi pemasaran digolongkan sebagai berikut:
1. Fungsi penjualan → terdiri dari kegiatan untuk memenuhi pesanan
yang diterima dari pelangggan.
Biaya fungsi penjualan terdiri dari: gaji karyawan fungsi penjualan,
biaya depresiasi kantor, biaya sewa kantor, dll.
2. Fungsi advertensi → fungsi advertensi terdiri dari kegiatan
perancangan dan pelaksanaan kegiatan untuk mendapatkan pesanan
melalui kegiatan advertensi dan promosi.
Biaya fungsi advertensi terdiri: gaji karyawan fungsi advertensi, biaya
iklan, biaya pameran, biaya promosi, biaya contoh (sampel).
3. Fungsi pergudangan → fungsi pergudangan terdiri dari kegiatan
penyimpanan produk jadi yang siap untuk dijual.
Biaya fungsi pergudangan terdiri: gaji karyawan gudang, biaya
depresiasi gudang, dan biaya sewa gudang.
4. Fungsi pembungkusan dan pengiriman → fungsi pembungkusan dan
pengiriman terdiri dari kegiatan pembungkusan produk dan
pengiriman produk kepada pembeli.
Fungsi pembungkusan dan pengiriman terdiri: gaji karyawan
pembungkusan dan pengiriman, biaya bahan pembungkus, biaya
pengiriman, biaya depresiasi kendaraan, biaya operasi kendaraan.
5. Fungsi kredit dan penagihan → fungsi kredit terdiri dari kegiatan
pemantauan kemampuan keuangan pelanggan dan penagihan piutang
dari pelanggan.
Biaya fungsi kredit dan penagihan terdiri: gaji karyawan bagian
penagihan, kerugian penghapusan piutang, potongan tunai.
6. Fungsi akuntansi pemasaran → fungsi akuntansi pemasaran terdiri dari
kegiatan pembuatan faktur dan penyelenggaraan catatan akuntansi
penjualan.
Biaya fungsi pemasaran terdiri dari: gaji karyawan fungsi akuntansi
pemasaran dan biaya kantor.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran
dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Biaya untuk mendapatkan pesanan
→ Biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan pesanan.
2. Biaya utnuk memenuhi pesanan
→ Biaya yang dikeluarkan dalam rangka memenuhi pesanan.
3. Biaya pemasaran langsung
→ Biaya yang berhubungan langsung dengan fungsi/kegiatan
pemasaran tertentu.
4. Biaya pemasaran tidak langsung
→ Biaya yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan fungsi atau
kegiatan pemasaran tertenu.
5. Biaya pemasaran tetap
→ Biaya yang tidak berubah dengan adanya perubahan kegiatan
pemasaran tertentu.
6. Biaya pemasaran variabel
→ Biaya yang berubah-ubah dengan adanya perubahan kegiatan
pemasaran tertentu.
3. Karakteristik Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran memiliki karakteristik yang berbeda dengan
biaya produksi. Karakteristik biaya pemasaran adalah sebagai berikut :
a. Banyak ragam kegiatan pemasaran ditempuh oleh perusahaan dalam
memasarkan produknya, sehingga perusahaan yang sejenis produknya,
belum tentu menempuh cara pemasaran yang sama. Hal ini sangat
berlainan dengan kegiatan produksi. Dalam memproduksi produk,
pada umumnya digunakan bahan baku, mesin, dan cara produksi yang
sama dari waktu ke waktu.
b. Kegiatan pemasaran seringkali mengalami perubahan sesuai dengan
tuntutan perubahan kondisi pasar. Disamping terdapat berbagai macam
metode pemasaran, seringkali terjadi perubahan metode pemasaran
untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar. Karena
perubahan kebutuhan konsumen yang menghendaki pelayanan cepat,
maka suatu perusahaan mungkin akan mengganti saluran distribusinya
yang selama ini digunakan. Begitu juga kegiatan perusahaan pesaing
akan mempunyai pengaruh terhadap metode pemasaran yang
digunakan oleh suatu perusahaan, sehingga metode pemasaran produk
sangat fleksibel. Hal ini menimbulkan masalah penggolongan dan
interpretasi biaya pemasaran.
c. Kegiatan pemasaran berhadapan dengan konsumen yang merupakan
variabel yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Manajemen
dapat mengendalikan biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, jam kerja
dan jumlah mesin yang digunakan, tetapi tidak seorangpun dapat
mengatakan apa yang dilakukan oleh konsumen. Dalam kegiatan
produksi, efisiensi diukur dengan melihat jumlah biaya yang dapat
dihemat untuk setiap satuan produk yang diproduksi. Sebaliknya
dalam kegiatan pemasaran, kenaikan volume penjualan merupakan
ukuran efisiensi meskipun tidak setiap kenaikan volume penjualan
diikuti dengan kenaikan laba.
d. Dalam biaya pemasaran terdapat biaya tidak langsung dan biaya
bersama (joint cost) yang lebih sulit pemecahannya bila dibandingkan
dengan yang terdapat dalam biaya produksi. Jika suatu perusahaan
menjual berbagai macam produk dengan cara pemasaran yang
berbeda-beda diberbagai daerah pemasaran, maka akan menimbulkan
masalah biaya bersama yang kompleks ( Mulyadi, 1991 : 531 – 532 ).
4. Analisis Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran perlu dianalisa dengan tujuan dapat memberikan
manfaat untuk:
a. Penentuan besarnya biaya
→ Dengan adanya analisa biaya pemasaran akan dapat menentukan
besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya pemasaran
dengan relatif teliti dan adil. Misalnya: untuk setiap jenis biaya,
setiap fungsi pemasaran, atau setiap pusat laba.
b. Pengawasan dan analisa biaya pemasaran
→ Dengan pengawasan dan analisa dapat diterapkan
pertanggungjawaban terjadinya biaya pemasaran.
c. Perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran
→ Analisa biaya pemasaran bermanfaat dalam menyediakan data
kepada eksekutif pemasaran yang memerlukan informasi untuk
perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran.
Analisis biaya pemasaran dapat dilakukan berdasarkan jenis
produk yang dijual oleh perusahaan. Analisis ini bertujuan untuk:
a. Menentukan kemampuan tiap-tiap jenis produk dalam menghasilkan
laba.
b. Membantu dalam memperkirakan pengaruh perubahan produk dan
metode penjualan produk terhadap biaya dan laba.
c. Memberikan informasi biaya untuk pengambilan keputusan penentuan
harga jual produk.
Untuk kepentingan analisis biaya pemasaran berdasarkan jenis
produk, perlu diadakan penggolongan jenis biaya sebagai berikut :
1. Penggolongan produk menurut sifat produk. Misalnya dalam
perusahaan kertas, produknya digolongkan menjadi: kertas HVS,
kertas sigaret, kertas karton.
2. Penggolongan produk menurut cara pembungkusannya.
3. Penggolongan produk menurut cap dagang.
4. Penggolongan produk menurut cara penggunaan produk oleh
pelanggan. Pelanggan untuk dijual kembali atau digunakan sendiri.
Langkah – langkah yang digunakan untuk menganalisis biaya
pemasaran adalah sebagai berikut :
Tabel : 1
Langkah – langkah analisis biaya pemasaran.
1 Menggolongkan biaya a. Hubungannya dengan
pemasaran atas dasar kegiatan pemasaran :
jenis biaya pemasaran #biaya pemasaran langsung
#biaya pemasaran tak langsung
b. Hubunagnnya denagan variabilitas
terhadap volume/kegiatan
#. Biaya tetap
# Biaya Variabel
2 Mendistribusikan setiap Fungsi dalam kegiatan pemasaran
jenis biaya pemasaran # Fungsi penjualan
ke dalam setiap fungsi # Fungsi penggudangan
pemasaran. # Fungsi pembungkusan &
pengiriman
# Fungsi kredit dan penagihan
# Fungsi Advertensi
Mendistribusikan biaya Jenis biaya Dasar Distribusi
tidak langsung ke dalam Pemasaran tiap fungsi
setiap fungsi pemasaran Kesejahteraan Jumlah karyawan
karyawan tiap fungsi
Asuransi Aktiva Nilai aktiva tetap
tetap tiap fungsi
Penyusutan Luas lantai bangunan
bangunan yang di dunakan tiap
fungsi
Telepon Frekuensi dan
lamanya
waktu sambungan
Sewa bangunan Luas lantai bangunan
Setiap fungsi
3 Menetapkan dasar alokasi Pedoman umum satuan pengukur jasa
dan menghitung tarip setiap fungsi pemasaran :
biaya pemasaran Fungsi pemasaran Satuan pengukur
jasa
Fungsi penjualan Hasil penjualan
Fungsi penggudangan Volume, berat atau
jumlah produk yang
di kirim
Fungsi pembungkusan Frekuensi
pengiriman.
dan pengiriman berat atau volume
produk
Fungsi advertensi Jumlah pesanan
pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
Fungsi kredit dan Jumlah pesanan
penagihan pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
Fungsi Akuntansi Jumlah pesanan
pemasaran pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
4 Mengalokasikan biaya
pemasaran dari setiap
fungsi ke dalam setiap
jenis produk
B. PROFITABILITAS
1. Pengertian Profitabilitas
Committee on terminology mendefinisikan profitabilitas adalah
jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain
dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan
menurut APB Statement mengartikan profitabilitas adalah kelebihan
(defisit) penghasilan diatas biaya selama satu periode akuntansi (Harahap,
2001: 226).
Profitabilitas merupakan ukuran pokok keseluruhan keberhasilan
perusahaan (Simamora, 2000: 528)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa profitabilitas
adalah Penghasilan yang diinginkan oleh perusahaan dalam menjual
produknya pada periode akuntansi tertentu.
2. Analisis Profitabilitas (Profitability Analysis) berdasarkan jenis
produk
Analisis kemampuan menghasilkan laba dapat diterapkan pada
jenis produk. Analisis ini ditujukan untuk mendeteksi penyebab timbulnya
laba atau rugi yang dihasilkan oleh setiap jenis produk dalam periode
akuntansi tertentu ( Mulyadi, 2001: 58 ).
Dalam menganalisis profitabilitas setiap jenis prioduk dapat
digunakan dua konsep biaya sebagai berikut:
a. Konsep harga pokok penuh (full costing)
→ Pada konsep ini setiap pusat laba dihitung besarnya laba bersih
dengan mempertemukan penghasilan setiap pusat laba dikurangi
semua biaya pada pusat laba yang bersangkutan baik biaya tetap
maupun biaya variabel.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menggunakan konsep ini
adalah:
�� Menggolongkan penghasilan penjualan ke dalam setiap pusat
laba yang akan dianalisa.
�� Menggolongkan harga pokok penjualan untuk setiap pusat
laba.
�� Menghitung laba kotor atas penjualan setiap pusat laba.
�� Mengalokasikan biaya pemasaran setiap fungsi pada setiap
pusat laba.
�� Menghitung laba bersih sebelum diperhitungkan biaya
administrasi dan umum untuk setiap pusat laba.
�� Memperhitungkan biaya administrasi dan umum.
�� Menghitung laba bersih setiap pusat laba.
b. Konsep harga pokok variabel (variable costing)
→ Pengunaan konsep ini didorong oleh pemilihan alternatif didalam
pengambilan keputusan dengan jalan menyajikan besarnya batas
kontribusi (contribution margin) setiap pusat laba untuk dapat
menutup biya tetap dan menghasilkan laba.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menggunakan konsep ini
adalah:
�� Menggolongkan penghasilan penjualan ke dalam setiap pusat
laba yang akan dianalisa.
�� Menggolongkan harga pokok penjualan variabel untuk setiap
pusat laba.
�� Menghitung batas kontribusi kotor untuk setiap pusat laba.
�� Mengalokasikan biaya pemasaran variabel dari setiap fungsi ke
dalam setiap pusat laba.
�� Menghitung batas kontribusi (bersih) untuk setiap pusat laba.
�� Memperhitungkan biaya tetap langsung yang dapat
diidentifikasikan kepada setiap pusat biaya.
�� Menghitung laba bersih setiap pusat biaya sebelum
dipertemukan dengan biaya tetap tidak langsung dan biaya
administrasi dan umum.
�� Memperhitungkan biaya tetap tidak langsung dan biaya
administrasi dan umum.
�� Menghitung laba bersih (Supriyono, 1993: 215-216).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Objek Kajian
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus tentang biaya
pemasaran dan profitabilitas berdasarkan jenis produk, dimana PT. Tirta Eka
Perkasa Semarang sebagai objek penelitiannya.
B. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik dalam
penelitian ( Arikunto, 1996 : 99 ), variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dikeluarkan didalam memasarkan
produknya.
2. Profitabilitas, yaitu laba yang diperoleh dari penjualan produk.
C. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang tepat sangat diperlukan dan penting untuk
menentukan baik buruknya suatu penelitian. Pengumpulan data disini
merupakan suatu usaha untuk memperoleh bahan keterangan serta kenyataan
yang benar-benar nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Metode dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang
berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen
rapat, legger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 1996: 234).
Metode ini digunakan untuk mengetahui data-data yang terkait
dengan gambaran umum perusahaan, data-data biaya pemasaran yang
telah dikeluarkan dalam periode tertentu, serta laporan keuangan
perusahaan.
2. Metode wawancara
Wawancara adalah mendapatkan informasi dengan cara bertanya
langsung kepada responden (Singarimbun dan Effendi, 1987: 192 ).
Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi dari fungsi
yang terkait dengan bagian pemasaran.
3. Metode observasi
Merupakan penelitian secara langsung yang digunakan untuk
menggali informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian tetapi
belum terungkap melalui metode dokumentasi, yaitu data mengenai proses
produksi.
D. Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis gunakan dalam penyusunan Tugas
Akhir ini :
1. Metode Deskripsi
Adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu
objek, suatu set kondisi, suatu sistem, pemikiran ataupun suatu klas
peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskripsi ini adalah
untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta – fakta, sifat – sifat serta hubungannya antar
fenomena yang diselidiki.
Dengan metode ini penulis menceritakan tentang gambaran umum
perusahaan mulai dari sejarah sampai dengan perkembangannya saat ini
serta kegiatan pemasaran yang dilaksanakannya.
2. Metode Eksposisi
Adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan suatu obyek
sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Eksposisi ini
menjadi alat untuk menjelaskan bagaimana pertalian suatu obyek dengan
obyek lain, atau dapat digunakan untuk menganalisa situasi tertentu
(keraf, 1995 : 7).
Dalam penelitian ini, eksposisi ini digunakan untuk menganalisa biaya
pemasaran yang telah dikeluarkan tahun 2002 sampai dengan 2004 serta
untuk mengetahui seberapa besar profitabilitas yang didapat berdasarkan
tiap jenis produk.
E. Metode Analisis Data
1. Tekhnik Penyajian Data
Untuk tujuan penelitian sesuai dengan yang diharapkan dalam
penyusunan tugas akhir ini dan untuk memperoleh suatu kesimpulan maka
data yang telah terkumpul akan dilakukan :
a. Memeriksa dan meneliti data – data yang telah terkumpul untuk
menjamin apakah data tersebut dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
b. Mengkategorikan data – data yang sesuai dengan kriteria serta hal –
hal yang diperlukan dalam suatu pendekatan. Penyajian data dalam
penelitian ini dipergunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan
menggambarkan kenyataan – kenyataan yang terjadi bersifat umum
dan kemungkinan masalah yang dihadapi serta solusinya.
2. Tekhnik Analisis Data
Dari data yang diperoleh kemudian disajikan berdasarkan
analsis.Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
a. Analisis Biaya Pemasaran berdasarkan jenis produk
Tabel : 2
Tekhnik analisis biaya pemasaran.
1 Menggolongkan biaya a. Hubungannya dengan
pemasaran atas dasar kegiatan pemasaran :
jenis biaya pemasaran #biaya pemasaran langsung
#biaya pemasaran tak langsung
b. Hubunagnnya denagan variabilitas
terhadap volume/kegiatan
#. Biaya tetap
# Biaya Variabel
2 Mendistribusikan setiap Fungsi dalam kegiatan pemasaran
jenis biaya pemasaran # Fungsi penjualan
ke dalam setiap fungsi # Fungsi penggudangan
pemasaran. # Fungsi pembungkusan &
pengiriman
# Fungsi kredit dan penagihan
# Fungsi Advertensi
Mendistribusikan biaya Jenis biaya Dasar Distribusi
tidak langsung ke dalam Pemasaran tiap fungsi
setiap fungsi pemasaran Kesejahteraan Jumlah karyawan
karyawan tiap fungsi
Asuransi Aktiva Nilai aktiva tetap
tetap tiap fungsi
Penyusutan Luas lantai bangunan
bangunan yang di dunakan tiap
fungsi
Telepon Frekuensi dan
lamanya
waktu sambungan
Sewa bangunan Luas lantai bangunan
Setiap fungsi
3 Menetapkan dasar alokasi Pedoman umum satuan pengukur jasa
dan menghitung tarip setiap fungsi pemasaran :
biaya pemasaran Fungsi pemasaran Satuan pengukur
jasa
Fungsi penjualan Hasil penjualan
Fungsi penggudangan Volume, berat atau
jumlah produk yang
di kirim
Fungsi pembungkusan Frekuensi
pengiriman.
dan pengiriman berat atau volume
produk
Fungsi advertensi Jumlah pesanan
pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
Fungsi kredit dan Jumlah pesanan
penagihan pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
Fungsi Akuntansi Jumlah pesanan
pemasaran pembeli, transaksi
atau garis yang di
pakai dalam faktur
4 Mengalokasikan biaya
pemasaran dari setiap
fungsi ke dalam setiap
jenis produk
b. Analisis profitabilitas pemasaran berdasarkan jenis produk
Tabel : 3
Langkah analisis profitabilitas berdasarkan jenis produk.
No
1 Menggolongkan penghasilan penjualan kedalam
setiap jenis produk
2 Menggolongkan harga pokok penjualan untuk
setiap jenis produk
3 Menghitung laba kotor atas penjualan setiap jenis
produk
Penjualaan – Harga
pokok Penjualan
4 Mengalokasikan biaya pemasaran setiap fungsi
pada setiap jenis produk
5 Menghitung laba bersih setiaap jenis produk Laba Kotor – Biaya
pemasaran
Secara umum analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif dan
kuantitatif. Analisis kualitatif yaitu cara untuk mendukung dan mempertegas
dari perhitungan secara kuantitatif yang digambarkan dengan kata atau
kalimat yang terpisah. Dalam tugas akhir ini analisis kualitatif digunkan untuk
menjelaskan analisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan jenis
produk pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan
Kebutuhan akan air bersih, termasuk air minum terasa semakin
sulit. Pencemaran air banyak terjadi pada sebagian sumber air seperti
pencemaran air sumur, air sungai bahkan kadar air laut telah menjadikan
air dalam tanah tidak aman lagi untuk diminum.
Melihat kondisi ini , maka PT. Tirta Eka Perkasa Semarang setelah
berusaha keras dengan penelitian yang seksama dengan ahli yang handal
dalam bidangnya berhasil mengatasi permasalahan tersebut. Untuk itu PT.
Tirta Eka Perkasa semarang memproduksi atau mengolah air minum yang
sehat dengan nama ARGYA.
PT. Tirta Eka Perkasa yang berbasic usaha produsen Air Minum
Dalam Kemasan merk ARGYA telah berproduksi mulai bulan oktober
2000 dan sebagai pimpinan perusahaan adalah Bapak Setyo Haryanto, SE.
Pemasaran produk dilakukan di pasar domestik seperti di wilayah
Semarang serta di kawasan industri dan pabrik sekitarnya.
Perlu disadari bahwa ARGYA masuk dalam pasar persaingan Air
Minum Dalam Kemasan masih baru, sedangkan persaingan dalam AMDK
sangat ketat terutama produsen AMDK yang tidak memenuhi standar
seperti kelengkapan SNI. Oleh karena itu dengan persaingan yang sangat
ketat PT. Tirta Eka Perkasa Semarang tetap eksis dalam persaingan pasar
AMDK.
Bidang usaha dan wilayah kerja, struktur organisasi, proses produksi serta
kegiatan pemasaran pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang dapat dilihat
pada lampiran.
B. DISKRIPSI VARIABEL
Sebelum diuraikan analisis biaya pemasaran dan profitabilitas berdasarkan
jenis produk pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang, maka akan di jelaskan terlebih
dahulu menggunakan diskripsi variabel penelitian dibawah ini :
1. Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran yang di keluarkan pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang
periode 2002 – 2004 adalah sebagai berikut :
Tabel : 4
Data biaya pemasaran periode 2002 – 2004.
No Keterangan 2002
(Rp)
2003
(Rp)
2004
(Rp)
Rata – Rata
(Rp)
1 BIAYA GAJI
Gaji bagian penjualan
Bagian Administrasi ( 1
org ) 5,400,000,00 7,600,000,00 8,748,000,00 15,916,000,00
Sales ( 3 orang ) 9,500,000,00 15,300,000,00 21,870,000,00 32,090,000,00
Sopir ( 5 orang ) 15,000,000,00 17,100,000,00 24,300,000,00 40,200,000,00
Jml gaji penjualan 29,900,000,00 40,000,000,00 54,918,000,00 88,206,000,00
Gaji bagian gudang
Administrasi ( 1 orang ) 3,400,000,00 4,100,000,00 5,832,000,00 9,444,000,00
Gaji pembungkusan & pengiriman
Produk Cup ( 2 orang ) 5,000,000,00 6,800,000,00 8,700,000,00 14,700,000,00
Produk Galon ( 2 orang ) 5,000,000,00 6,800,000,00 8,700,000,00 1,4700,000,00
Jml gaji pembungkusan 10,000,000,00 13,600,000,00 17,400,000,00 29,400,000,00
& pengiriman
Gaji Akuntansi
pemasaran
Akuntansi ( 1 orang ) 6,700,000,00 8,500,000,00 11,148,000,00 18,916,000,00
Administrasi ( 1 orang ) 6,700,000,00 8,500,000,00 11,148,000,00 18,916,000,00
Jml gaji akuntansi
pemasaran 12,600,000,00 17,000,000,00 22,296,000,00 37,032,000,00
TOTAL BIAYA GAJI 55,900,000,00 74,700,000,00 100,446,000,00 164,082,000,00
2 BIAYA ADMINISTRASI
Biaya Administrasi
penjualan 520,000,00 550,000,00 690,000,00 1,300,000,00
Biaya administrasi
Gudang
450,000,00
680,000,00 425,000,00 1,271,666.67
Biaya administrasi
Akuntansi 525,000,00 720,000,00 513,000,00 1,416,000,00
Jumlah Biaya
Administrasi 1,495,000,00 1,950,000,00 1,668,000,00 3,987,666.67
3 BIAYA TRANSPORTASI 11,400,000,00 15,100,000,00 16,800,000,00 32,100,000,00
4 BIAYA PROMOSI 2,100,000,00 3,200,000,00 3,500,000,00 6,466,666.67
5 BIAYA ASURANSI AKTIVA TETAP
Mobil ( 5 mobil ) 14,000,000,00 14,000,000,00 14,000,000,00 32,666,666.7
6 BIAYA PENYUSUTAN BANGUNAN
Bangunan kantor 3,800,000,00 3,800,000,00 3,800,000,00 8,866,666.67
7 BIAYA KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Uang makan 10,300,000,00 12,000,000,00 15,600,000,00 27,500,000,00
Uang service motor 615,000,00 820,000,00 900,000,00 1,735,000,00
Tunjangan kesehatan 16,000,000,00 21,400,000,00 27,500,000,00 46,566,666.7
Jml biaya
kesejahteraan karyw 26,915,000,00 34,220,000,00 41,900,000,00 75,101,666.7
TOTAL BIAYA
PEMASARAN 115,610,000,00 146,970,000,00 182,074,000,00 323,271,333,00
Sumber : Data primer PT. Tirta Eka Perkasa Semarang.
Biaya pemasaran yang di keluarkan oleh PT. Tirta Eka Perkasa Semarang periode
2002 – 2004 merupakan sampel yang di teliti. Dari tabel di atas dapat di ketahui
bahwa rata – rata biaya pemasaran yang telah di keluarkan selama tiga tahun
adalah sebesar Rp. 323.271.333. Biaya tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu
sebesar Rp. 182.074.000, sedangkan biaya terendah terjadi pada tahun 2002 yaitu
Rp. 115.610.000.
2. Profitabilitas
Profitabilitas ini merupakan kelebihan dari hasil penjualan di kurangi dengan
biaya pemasaran yang dikeluarkan pada tahun berjalan.
3. Jenis produk
Produk yang di hasilkan oleh PT. Tirta Eka Perkasa Semarang adalah air minum
dalam kemasan galon dan cup. Dalam hal ini akan diteliti biaya pemasaran yang
telah di keluarkan oleh kedua jenis produk tersebut serta seberapa besar laba yang
didapat dari setiap jenis produk.
C. ANALISIS DATA
Untuk mengetahui apakah biaya pemasaran yang di keluarkan telah
dikelola dengan baik serta seberapa besar laba yang di dapat dari tiap jenis
produk, maka harus di analisis dengan menggunakan langkah – langkah sebagai
berikut :
�� Analisis Biaya Pemasaran berdasarkan jenis produk.
1. Menggolongkan biaya pemasaran atas dasar jenis biaya pemasaran.
Adapun penggolongan biaya pemasaran adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan kegiatan pemasaran :
• Biaya langsung
• Biaya tidak langsung
b. Berdasarkan besarnya volume kegiatan pemasaran :
• Biaya tetap
• Biaya variabel
Dari penggolongan diatas dapat di lihat bahwa biaya pemasaran yang telah di
keluarkan oleh PT. Tirta Eka Perkasa Semarang adalah sebagai berikut :
Tabel : 5
Penggolongan biaya menurut jenis biaya.
Jenis Biaya Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004
(Rp) (Rp) (Rp)
Biaya langsung 70,895,000,00 94,950,000,00 122,374,000,00
Biaya tak langsung 44,715,000,00 52,020,000,00 59,700,000,00
Jumlah 115,610,000,00 146,970,000,00 182,074,000,00
Biaya tetap 100,615,000,00 129,920,000,00 163,646,000,00
Biaya variabel 14,995,000,00 17,050,000,00 18,428,000,00
Jumlah 115,610,000,00 146,970,000,00 182,074,000,00
Sumber : Data primer yang sudah diolah.
Dari tabel diatas dapat di ketahui bahwa biaya pemasaran setiap tahunnya
mengalami kenaikan. Biaya yang paling tinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu
sebesar Rp. 182.074.000.
2. Mendistribusikan biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.
Fungsi dalam kegiatan pemasaran pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang
adalah sebagai berikut :
- Fungsi penjualan
- Fungsi pergudangan
- Fungsi pembungkusan dan pengiriman
- Fungsi Advertensi
Untuk biaya langsung dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi
yang menikmatinya,dalam hal ini dapat di lihat pada lampiran 4, 5 dan 6. Untuk
biaya tidak langsung fungsi digunakan dasar distribusi sebagai patokan
perhitungan biaya yang akan dibebankan pada setiap fungsi secara adil. Biaya
tidak langsung ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
a. Biaya kesejahteraan karyawan.
Jumlah biaya kesejahteraan karyawan
Jumlah karyawan fungsi pemasaran
b. Biaya Asuransi
Jumlah biaya Asuransi
Jumlah karyawan fungsi pemasaran
c. Biaya penyusutan
Jumlah biaya penyusutan
Jumlah karyawan fungsi pemasaran
Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat pada lampiran 4, 5, dan 6.
Adapun pendistribusian biaya pada tiap fungsi dapat di lihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel : 6
Distribusi biaya setiap fungsi pemasaran.
FUNGSI TAHUN 2002
(Rp)
TAHUN 2003
(Rp)
TAHUN 2004
(Rp)
Penjualan 46,509,687,5 60,748,750,00 80,126,750,00
Penggudangan 7,432,187.5 8,818,750,00 10,775,750,00
Pembungkusan&
pengiriman
42,762,083.33 51,888,333.3 59,3083,33.33
Advertensi 2,100,000,00 3,200,000,00 3,500,000,00
Akuntansi pemasaran 16,806,041.67 80,014,166.7 28,363,166.67
Jumlah 115,610,000,00 204,670,000,00 182,074,000,00
Sumber : Data primer yang sudah diolah.
3. Menetapkan dasar alokasi dan menghitung tarip biaya setiap fungsi
Dasar alokasi ini merupakan jasa yang di hasilkan oleh tiap fungsi, hal ini
disajikan pada lampiran 4, 5 dan 6. Dari dasar alokasi kemudian menghitung
tarip biaya setiap fungsi yang akan di gunakan untuk menghitung profitabilitas
berdasarkan jenis produk. Perhitungan tarip ini dapat di hitung sebagai berikut:
a. Hasil penjualan.
Unit produk terjuak X Harga jual per unit.
b. Penggudangan.
Unit produk terjual X Berat produk terjual.
c. pembungkusan dan pengiriman.
Unit produk terjual.
d. Advertensi.
Unit produk terjual.
e. Akuntansi pemasaran.
Unit terjual
Besarnya tarif yang akan di pakai untuk analisis profitabilitas adalah :
Tabel : 7
Tarif analisis profitabilitas setiap fungsi.
FUNGSI
TARIF 2002 TARIF 2003 TARIF 2004
Penjualan 0.04683755 0.063651247 0.070286623
Penggudangan Rp.2.868861555 Rp.3.026670739 Rp.3.448460701
Pembungkusan&
pengiriman
256.0603792 276.001773 296.5416667
Advertensi 12.5748503 17.0212766 17.5
Akuntansi pemasaran 100.63498 118.6923759 141.8158333
Jumlah 372.1859087 414.8057475 459.3762473
Sumber : Data primer yang sudah diolah.
4. Mengalokasikan biaya pemasaran dari setiap fungsi ke dalam setiap jenis
produk.
Dari hasil perhitungan biaya pemasaran kemudian biaya tersebut dialokasikan
ke setiap jenis produk dan menghitung seberapa besar laba / rugi yang di
hasilkan oleh produk dalam kemasan galon maupun cup.
�� Analisis profitabilitas berdasarkan jenis produk
1. Menggolongkan penghasilan penjualan ke dalam setiap jenis produk.
Hasil penjualan ini di golongkan menurut setiap jenis produk.
2. Menggolongkan harga pokok penjualan ke setiap jenis produk.
Perhitungan harga pokok ini dapat di cari dengan mengalikan harga pokok
penjualan dengan hasil penjualan.
3. Menghitung laba kotor atas penjualan
laba kotor atas penjualan ini dapat dihitung dengan mengurangkan hasil
penjualan dengan harga pokok penjualan.
4. Mengalokasikan biaya pemasaran setiap fungsi pada setiap jenis produk.
Biaya pemasaran yang telah di distribusikan ke dalam setiap fungsi di
alokasikan pada setiap jenis produk.
5. Menghitung laba / rugi bersih setiap jenis produk.
Laba / rugi bersih dapat di hitung dengan mengurangkan dari laba kotor
dengan biya pemasaran setiap fungsi.
Dari analisis profitabilitas periode tahun 2002 – 2004 yang dapat di lihat pada
lampiran 4, 5, dan 6, dapat di ketahui bahwa laba / rugi dari setiap jenis produk
adalah sebagai berikut :
Tabel : 8
Hasil analisis profitabilitas berdasarkan tiap jenis produk
KETERANGAN TAHUN 2002
(Rp)
TAHUN 2003
(Rp)
TAHUN 2004
(Rp)
Galon 45,614,339,54 11,879,831,00 43,479,833,00
Cup -18,924,339.5 -649,831.3063 -13,553,833,00
Jumlah 26,690,000,00 11,230,000,00 29,926,000,00
Sumber : Data primer yang sudah diolah.
Dari tabel diatas dapat digambarkan grafik hasil Analisis biaya pemasaran dan
Profitabilitas berdasarkan jenis produk tahun 2002 – 2004 sebagai berikut :
D. PEMBAHASAN
Dari Grafik Analisis biaya pemasaran dan profitabilitas setiap jenis
produk diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2002 produk dalam kemasan Galon
mengeluarkan biaya pemasaran sebesar Rp. 62,185,660.46 dan memperoleh
keuntungan sebesar Rp. 45,614,339.54 Produk kemasan Cup mengeluarkan biaya
pemasaran sebesar Rp. 53,424,339.5 dan mengalami kerugian sebesar Rp. –
18,924,339.5
Tahun 2003 produk dalam kemasan Galon mengeluarkan biaya
pemasaran sebesar Rp. 76,120,169,00 dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.
11,879,831,00 Produk kemasan Cup mengeluarkan biaya pemasaran sebesar
Rp70,849,831.31 dan mengalami kerugian sebesar Rp. –649,831.3063
Grafik Analisis biaya pemasaran dan profitabilitas
berdasarkan jenis produk
-50000000
0
50000000
100000000
150000000
200000000
Biaya distribusi
Tahun 2002
Biaya distribusi
Tahun 2003
Biaya distribusi
Tahun 2004
Biaya dan pendapatan
Galon
Cup
Jumlah
Tahun 2004 produk dalam kemasan Galon mengeluarkan biaya pemasaran
sebesar Rp. 100,520,167,00 dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.
43,479,833,00. Produk kemasan Cup mengeluarkan biaya pemasaran sebesar Rp.
81,553,833,00 dan mengalami kerugian sebesar Rp. –13,553,833,00
Dari analisa biaya pemasaran dan profitabilitas diatas, dapat diketahui
bahwa biaya pemasaran setiap tahun selalu mengalami kenaikan, sedangkan laba
yang didapat oleh perusahaan tidak selalu terjadi kenaikan. Kenaikan biaya
pemasaran dari tahun 2002 ke 2003 sebesar 27 %, sedangkan dari tahun 2003 ke
2004 mengalami kenaikan kembali sebesar 23 %. Seharusnya kenaikan biaya
pemasaran ini diharapkan juga akan menaikkan laba, tetapi kenyataan yang ada
kenaikan biaya pemasaran pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang tidak selalu
mengakibatkan kenaikan laba. Pada tahun 2003 terjadi penurunan laba sebesar
57%, hal ini membuktikan bahwa kenaikan biaya pemasaran 27% mengakibatkan
penurunan laba 57%. Keadaan ini menggambarkan bahwa biaya pemasaran yang
telah di keluarkan belum dikelola dengan baik. Lain halnya dengan tahun 2004,
pada tahun 2004 tersebut perusahaan mengalami kenaikan laba yaitu sebesar
1.6%. Dengan biaya yang dinaikkan sebesar 23%, perusahaan mampu menaikkan
laba. Kenaikan 1.6% ini belum menggambarkan bahwa perusahaan sudah
mengelola biaya pemasaran dengan baik, karena kenaikan yang terjadi masih
relatif kecil.
Dari kedua jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan, produk yang
dapat memberikan laba bagi perusahaan adalah produk dalam kemasan Galon.
Produk dalam kemasan Cup setiap tahunnya tidak dapat memberikan laba bagi
perusahaan. Dengan keadaan seperti ini maka laba keseluruhan yang di peroleh
perusahaan menjadi sedikit sedangkan biaya pemasaran yang dikeluarkan untuk
membiayai kedua jenis produk tersebut menjadi semakin banyak.
Produk dalam kemasan Cup adalah jenis produk yang tidak
menguntungkan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan bisa memperhentikan
produk tersebut atau mencari solusi yang tepat untuk produk tersebut. Perusahaan
juga harus mengkaji ulang kegiatan pemasan yang telah dilakukan serta biaya
yang telah dikeluarkan untuk membiayai kegiatan tersebut.
Faktor lainnya yang menyebabkan meningkatnya volume penjualan
adalah sistem kegiatan pemasaran yang dipakai oleh perusahaan.
Pada PT. Tirta Eka Perkasa Semarang ini sistem yang dipakai dalam kegiatan
pemasaran ini adalah sebagai berikut :
a. Sistem distribusi
Sistem Distribusi yang digunakan oleh perusahaan adalah bekerjasama dengan
satu agen yaitu CV. Cipta Perkasa yang berada di wilayah semarang. Sistem
Distribusi semacam itu terlalu sempit karena sulit untuk memperluas pasar
sehingga volume penjualan rendah.
b.Sistem Promosi
Promosi yang dilakukan oleh PT. Tirta Eka Perkasa juga tidak maksimal,
perusahaan hanya mengandalkan iklan pada majalah yellow pages dan
melakukan kerjasama dengan lembaga, instansi atau perorangan dalam event –
event tertentu. Promosi seperti itu kurang efektif, karena tidak semua konsumen
dapat menikmatinya.
c.Pengelolaan Biaya pemasaran
Jika dilihat dari pengelolaan biaya pemasaran, biaya yang telah dikeluarakan
lebih banyak untuk kepentinagan karyawan. Biaya untuk promosi dan penjualan
kurang diperhatikan oleh perusahaan. Biaya promosi yang lebih besar
kemungkinan akan meningkatkan volume penjualan.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian analisa biaya pemasaran dan profitabilitas
berdasarkan jenis produk tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
biaya pemasaran yang telah dikeluarkan oleh PT. Tirta Eka Perkasa Semarang
belum dikelola dengan baik. Hal ini terlihat bahwa biaya yang keluar untuk
kegiatan pemasaran banyak digunakan untuk kebutuhan karyawan, sedangkan
untuk produk hanya sedikit. Biaya promosi untuk produk kurang di perhatikan
sehingga volume penjualan produk relatif rendah.
Dari analisa profitabilitas berdasarkan jenis produk dapat diketahui
bahwa produk dalam kemasan galon lebih menguntungkan perusahaan karena
terus menerus memberikan laba, sedangkan produk dalam kemasan cup
cenderung tidak menguntungkan perusahaan karena selalu menderita
kerugian. Denagn adanya rugi pada pada produk dalam kemasan cup
mengakibatkan laba keseluruhan yang diperoleh oleh perusahaan relatif kecil.
Dengan keadaan seperti ini maka perusahaan akan rawan menghadapi
kerugian.
B. SARAN - SARAN
Dari kesimpulan yang telah diuraikan, penulis menpunyai beberapa saran
untuk PT. Tirta Eka Perkasa Semarang sebagai bahan pertimbangan. Adapun
saran – saran tersebut adalah sebagi berikut :
1. Untuk memaksimalkan laba keseluruhan, maka perusahaan dapat
mengalihkan usaha penjualan ke jenis produk yang lebih
menguntungkan perusahaan.
2. Menyesuaikan harga jual dengan pasar dan tetap mengusahakan agar
kuantitas atau volume penjualan tidak mengalami penurunan.
3. Mencarikan solusi yang terbaik kepada produk yang tidak dapat
memberikan keuntungan dengan mengubah ukuran pembungkus, warna,
kemasan, dan sebagainya agar lebih menarik pembeli.
4. Mengubah sistem kegiatan pemasaran yang telah di lakukan dengan
memberikan perubahan – perubahan setiap tahunnya.
5. Mengubah sistem promosi dengan ide – ide atau cara – cara baru untuk
mendorong dan menarik konsumen lebih banyak lagi untuk membeli
produk yang dipasarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2003. Kamus besar Bahasa Indonesia.
Balai Pustaka
Hansen, Mowen. 2004. Management Accounting. Jakarta : Salemba Empat.
Harahap, Syafri, Sofyan. 2001. Teori Akuntansi. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Hongren T Charles. 1994. Akuntansi Biaya dengan penekanan Manajerial.
Jakarta : Salemba Empat.
Matz, Adolph. Usry, Milton F. hammer, Lawrence H. 1993. Akuntansi Biaya
Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga.
Kusnadi. Arifin, Zainal. Syadeli, Moh. 2002. Akuntansi Manajemen Komprehensif
Tradisional dan Kontemporer. Malang: Universitas Brawijaya.
Mulyadi. 1991. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Aditya Media.
---------- . 2001. Akuntansi Manajemen Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Jakarta:
Salemba Empat.
Singarimbun, Masri dan Effendi Sofian. 1987. Metode Penelitian Survai. Jakarta:
PT. Midas Surya Grafindo.
Simamora, Henry. 2000. Akuntansi Bisnis Pengambilan Keputusan. Jakarta:
Salemba Empat.
Supriyono, R. A. 1993. Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian Biaya
serta Pembuatan Keputusan. Yogyakarta: BPFE.
Tjiptono, Fandy. 2000. Strategi Pemasaran, Yogyakarta : Andi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar